0
Perwakilan mahasiswa saat membahas kebijakan keringanan
UKT 2014 bersama Rektor Unsoed dan Wakil Rektor Bidang
Kemahasiswaan dan Alumni, Selasa (13/1). Foto: Agc
Setelah menyatakan akan memberi keringanan UKT 2014 Jum’at lalu (9/1), Rektor Unsoed Dr. Ir. Achmad Iqbal., M.Si., Selasa (13/1) mengubah pernyataannya kepada mahasiswa. Hal ini disampaikan langsung saat puluhan mahasiswa bertemu rektor di lantai 3 gedung rektorat.
Rektor akan menerima pengajuan saat perhitungan biaya UKT 2014 telah direvisi dan dipublikasikan di setiap fakultas. Rektor juga mengatakan, hasil verifikasi ulang akan menghasilkan range baru, sehingga jika masih memberatkan dapat mengajukan keringanan disertai lampiran data pendukung. “Semisal orang tuanya telah pensiun, kartu KK, slip penghasilan, disiapkan,” ujar Iqbal (13/1).
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. V. Prihananto, M.Si., mengatakan, di dalam peraturan UKT tidak terdapat keringanan biaya, sehingga hal ini merupakan kebijakan rektor. “UKT itu berbasis daya dukung ekonomi keluarga, sehingga kebijakan rektor jika ada mahasiswa di tengah jalan mengalami masalah (red: kendala biaya) maka bisa mengajukan,” ujarnya (13/1).

Tidak adanya keringanan biaya UKT 2014 yang tercantum pada permendikbud No. 55 Tahun 2013, menurut Adi Bangkit Saputra, selaku tim Riset Somasi Unsoed,  kebijakan keringanan harus tetap ada bagi mahasiwa karena hal ini menyangkut hak dan bukan kebaikan hati rektor. “Mekanisme keringanan itu harus ada sesuai Pasal 88 UU Pendidikan Tinggi, dimana biaya kuliah yang ditanggung oleh mahasiswa harus sesuai kemampuan ekonominya, artinya jika mahasiswa tidak sanggup membayar kuliah maka harus ada mekanisme keringanan karena kondisi ekonomi itu fluktuatif, seperti orang tua pensiun,” kata Bangkit (13/1). (Argha)

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di situs persma-agrica.com

 
Top