0

Demonstran no name,no flag sedang menyuarakan kekecewaanya atas UU
Pilkada di depan kantor DPRD Kabupaten Banyumas (8/10). Foto : Romdoni
Rabu (8/10), gabungan mahasiswa dan komunitas berunjuk rasa menolak UU Pilkada. Sebelumnya, puluhan masa tersebut menggelar long march yang dimulai dari depan patung Jenderal Soedirman Unsoed dan berakhir di depan kantor DPRD Banyumas.
Masa gabungan ini menyatakan diri sebagai masa no name, no flag yang tidak mengatasnamakan suatu organisasi atau pihak berkepentingan tertentu. Seperti yang diungkapkan oleh AB, komunitas musik Hardcore Purwokerto, “Kami datang tanpa nama, bendera dan label apapun, datang atas nama rakyat,” ucapnya (8/10).
Tidak seperti biasanya, para demonstran tidak menginginkan adanya mediasi. “Kami tidak ingin bertemu dengan anda. Kami hanya ingin marah karena engkau telah merebut hak kami,” ungkap Wili ketika berorasi bersama para demonstran. Hal senada juga diungkapkan oleh AB, “Kita tidak akan menyampaikan sikap apapun karena keinginan kita sudah jelas, tolak UU Pilkada,“ ujarnya.
Meskipun Ketua DPRD Banyumas, Juli Krisdiyanto, SE., sudah menemui pendemo, tetapi tidak dihiraukan. “Kami tidak butuh statement dari DPRD,” tambah AB. Meskipun demikian, Juli menyetujui apa yang disampaikan demonstran. “Kita terutama dari fraksi PDIP masih memberikan kedaulatan kepada rakyat,” ujar Juli (8/10).
Aksi tersebut diwarnai dengan teatrikal dan pembacaan puisi dari demonstran. Aksi yang berlangsung  satu jam di kantor DPRD Banyumas tersebut berakhir setelah masa menyuarakan orasi bersama atas kekecewaannya terhadap birokrasi. (Nisa L.)


Posting Komentar

Silahkan berkomentar di situs persma-agrica.com

 
Top