0

Wabup, Budhi Setyawan bertemu Serikat Tani Amanat Penderitaan Rakyat (Stan Ampera) di depan gerbang DPRD Banyumas dalam aksi MayDay (1/5). (Pia)

Tidak seperti daerah lain, hari buruh internasional diramaikan oleh pekerja industri, di Purwokerto Jawa Tengah ratusan buruh tani dan berbagai aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Banyumas turun kejalan. Kamis (1/5) ribuan masa tersebut menggelar longmarch yang dimulai dari pendopo wakil bupati Banyumas dan berakhir di depan Kantor Bupati Banyumas untuk memenuhi tuntutannya.

Pencabutan hak guna usaha terhadap PT. Rumpun Sari Antan merupakan tuntutan yang diperjuangkan FPR Banyumas dalam aksi mayday hari ini. Mereka menuntut kembali hak atas tanah petani di Desa Darmakradenan, Ajibarang, Banyumas yang sedang diduduki PT.RSA seluas 227,6 hektar.

Isu outsourcing, lapangan pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan juga menjadi bagian dari tuntutan yang disampaikan oleh massa. Budhi Setyawan, wakil Bupati Banyumas sempat menemui masa di depan gerbang DPRD Banyumas dan bersedia menemui perwakilan dari FPR Banyumas. Pada kesempatan tersebut sekitar 50 orang dari lapisan masa dan para jurnalis dipersilakan bertemu Bupati Banyumas, Achmad Husein.

“Kita siap mendampingi masyarakat untuk menjalani proses ini,” ujar Husein. Selanjutnya Bupati Banyumas berjanji akan mendampingi Serikat Tani Amanat Penderitaan Rakyat (Stan Ampera) untuk menindaklanjuti kasus ini dan mengadakan pertemuan selanjutnya. (Al)

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di situs persma-agrica.com

 
Top