0
Diskusi reformasi hukum dan HAM digelar di gedung Yustisia 2 Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. (foto by Dzulfikar

Diskusi mengenai reformasi hukum dan HAM “Terusir dari Tanah Sendiri” Kamis (19/05) usai digelar. Diskusi yang mengupas sengketa lahan di Kabupaten Banyumas, khususnya daerah Darmakradenan Ajibarang ini berjalan ramai. Bertempat di gedung Yustisia 2 Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman yang difasilitasi oleh Kantor Berita Radio (KBR) dan Mitra FM .

Diskusi ini menghadirkan tiga orang Narasumber yang berkompeten yaitu Katur Setia Budi, Ketua Stan Ampera Desa Darmakradenan; Suedi, S.Sos.M.Si, Kepala Seksi Sengketa, Konflik dan Perkara BPN Kabupaten Banyumas dan Ir. Suprayogi, MSc, Phd., dosen Fakultas Pertanian Unsoed selaku peneliti sengketa lahan. 

Katur menegaskan Ia beserta rakyat Darmakradenan menginginkan pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Rumpun Sari Antam. Perusahaan tersebut menelantarkan lahan serta tidak dapat menyejahterakan rakyat. Harapan agar tanah dapat didayagunakan oleh rakyat. Namun Suedi menyatakan pencabutan HGU tidak bisa dilakukan sebelum tahun 2018 karena kontrak belum habis. Suedi menambahkan HGU dapat dicabut pertama ketika masa kontrak berakhir, kedua HGU dapat dicabut oleh pihak berwenang jika perusahaan tidak menjalankan kewajibannya.

Suprayogi berharap seharusnya sebelum 2018 sudah dibentuk tim untuk menyikapi berakhirnya kontrak HGU yang memihak pada warga karena menurutnya,“Persoalan ini bukan hanya meranah pada hukum saja  tetapi aspek social yang melibatkan banyak pihak” katanya (19/05). (Firman/Bagus)

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di situs persma-agrica.com

 
Top