0
Kamis, (18/4) hari pertama kampanye pemilihan calon presiden (capres) BEM orasi terlihat sepi. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yang berbeda secara bergantian. Capres dan tim suksesnya diberikan waktu selama satu setengah jam untuk berorasi. Kampanye yang berlangsung hanya ditonton beberapa mahasiswa yang lalu-lalang saat pergantian mata kuliah.

Tim sukses dijadwalkan memulai orasi pada pukul 08.30 wib. Nomer urut 1, Kukuh Priyo Aji memulai orasinya di gedung TP. Sedangkan tim sukses nomer urut 2, Bhaskara Anggarda, di pendopo Faperta. Dilanjut dengan pertukaran tempat orasi oleh kedua Capres pukul 10.15 wib. Menurut Nanda, salah satu tim sukses Bhaskara penjadwalan waktu orasi yang bertepatan dengan kuliah sangat disayangkan. “Ini justru salah satu hal yang perlu dibenahi untuk periode selanjutnya,” pungkasnya (18/4).

Sebelumnya tata aturan pemira sempat direvisi lantaran kedua tim sukses dari masing-masing Capres meminta penjelasan rinci tentang atribut yang digunakan saat kampanye. Keduanya berpendapat  aturan kampanye yang dibuat masih belum spesifik. Salah satu aturan yang diperjelas adalah media yang digunakan untuk kampanye.

Media cetak yang disebar dan ditempel meliputi leaflet, pamflet, sticker, brosur serta poster. Semuanya dibahas mulai dari pengertian hingga ukuran. Selain itu, media sosial yang sebelumnya tidak dimuat kini sudah diatur pada tata aturan pemira yang telah diperbarui. Media sosial yang digunakan untuk kampanye dibatasi hanya facebook dan twitter yang sifatnya postingan gambar atau tulisan. “Kalo lewat DM atau message itu tidak boleh, karena bentuknya tidak terlihat, “ jelas Dhanang Adhitya, Ketua KPR (17/4).

Dalam rapat bersama KPR, panwasra dan tim sukses kedua Capres, jadwal kampanye dan pencontrengan diubah. Semula, kampanye dijadwalkan 16-18 April namun diubah menjadi 17-19 April. Pencontrengan yag awalnya 22-24 April akhirnya hanya dilaksanakan sehari saja pada 22 April. “Ini kesepakatan bersama, dasarnya pencontrengan sehari mencegah terjadinya manipulasi hasil,” ucap Elkana, Panwasra (18/4).

Menurut Elkana pelanggaran hari pertama  kampanye sudah banyak ditemukan, namun dirinya tak bisa menyebutkan, KPR lebih punya kapasitas untuk menjelaskan. Namun, sampai kemarin (18/4) Dhanang belum dapat dihubungi.

Saat pelaksanaan kampanye, salah satu tim sukses Capres mengenakan seragam identitas salah satu himpunan mahasiswa. Elkana mengungkapkan hal itu sebagai pelanggaran “Sadar enggak sadar, itu pelanggaran,” tegas El. Bentuk lain yang ditemukan Agrica berupa pesan singkat BlackBerry Messenger dari simpatisan salah satu Capres yang dikirim sebelum kampanye.

Disampaikan Elkana, sayangnya hal ini tidak diatur dalam pelanggaran pemira, sehingga tidak ada sanksi yang jelas. “Memang ini punya dampak besar, tapi susah untuk dikontrol,” ujarnya. El menjelaskan jika black campaign dilakukan oleh tim sukses baru bisa ditindak. “Kalo sms memang agak susah dilacaknya, kalau kontennya menjelek-jelekan maka kita akan tindak,” pungkas Dhanang. (Dianast)



Bentuk pesan dukungan oleh simpatisan melalui media BBM dan twitter sebelum masa kampanye




                              Salah satu tim sukses yang memakai atribut organisasi (18/04)

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di situs persma-agrica.com

 
Top