0
Adakah mahasiswa yang tidak ingin menyelesaikan studi tepat waktu? Terkadang optimisme mahasiswa tidak diimbangi dengan target waktu dan kualitas yang diharapkan oleh Fakultas. Bisa lebih cepat dan kualitas baik, atau sebaliknya. Bagi mahasiswa tingkat akhir, tentu akan melewati tahap pendadaran. Tujuannya untuk menyabet gelar sarjana. Mulai kini hingga seterusnya, ujian penentu kelulusan ini tidak sekedar mengupas skripsi. Seiring keputusan perubahan sistem pendadaran terbaru, mahasiswa tingkat akhir  dibuat gundah gulana.

Kesiapan komisi menjalankan pendadaran sistem baru, tinggal menuju tahap pelaksanaan di lapangan atau praktek menguji mahasiswa. Pendadaran versi baru diberlakukan mulai semester ini, tepatnya bagi mahasiswa calon wisudawan periode Desember 2012. “Beruntung mahasiswa yang lulus kemarin (September-red),” ungkap Irene Kertika E.W., SP, MP.,  dosen Program Studi Agribisnis kepada Agrica seusai mengajar (4/10).

Sistem baru ini bukan sekadar uji coba untuk lulusan Desember, namun akan diterapkan seterusnya. Alasannya, untuk mengembalikan ruh ujian pendadaran sebagai ujian penentu kelulusan. “Ya usaha ini dilakukan untuk menghilangkan pemikiran pendadaran itu cuma formalitas,” keluh Ir .GH Sumartono, M.S, Ketua Komisi Studi Akhir (KSA) Fakultas Pertanian (11/10).

Mekanisme pendadaran diubah total mulai dari sistem pendaftarannya. Dulu, sebelum mengikuti pendadaran, mahasiswa dapat mendaftar ke KSA hingga H-1 pendadaran. Bahkan, dapat memilih dosen-dosen penguji. Kini penguji ditentukan oleh komisi dan tidak diketahui mahasiswa hingga ujian pendadaran.

Setelah mendaftar ke komisi prodi, berkas pendadaran dilimpahkan ke fakultas. Kemudian  Bagian Akademik akan mengurus administrasi dan menentukan jadwal ujian pendadaran. Sehingga, mahasiswa tidak perlu lagi repot dengan administrasi penjadwalan. Ditetapkan pula, mahasiswa hanya boleh ujian pendadaran pada hari Senin hingga Kamis. Hal ini dirasa akan membuat mahasiswa lebih tertib dalam penentuan hari pendadaran.

Kecemasan mahasiswa tingkat akhir muncul karena mekanisme ini betul-betul baru. Terlebih, dosen penguji pendadaran tidak diketahui sebelum ujian. Ruangan pun rencananya akan ditata supaya memungkinkan dosen penguji berhadapan lagsung dengan mahasiswa. Belum lagi, materi yang diuji ternyata materi yang tidak masuk dalam skripsi. Presentase materi yang akan diujikan tidak dapat diprediksi, “Komposisinya ya terserah dosen pengujinya,” ungkap Ir. GH.

Dosen penguji terdiri atas dua dosen program studi asal dan satu dosen dari prodi lainnya. “Siapa saja boleh menguji, bahkan dosen agama juga boleh menguji,” tambah GH. Dalam peraturan baru ini dosen pembimbing tidak diperkenankan masuk ke dalam ruang pendadaran. “Kalo pembimbing di dalam, penguji mau ngasih nilai jelek nggak enak, rikuh,” tambahnya lagi.

Peraturan baru ini ternyata tidak sejalan dengan harapan mahasiswa.“Ya seenggaknya kita tau lah dosennya, biar bisa fokus belajarnya,” keluh Syifa, Agribisnis ’08 (09/10). Ketua Komisi menanggapi santai keluhan mahasiswa bahwa artinya mahasiswa harus lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian pendadaran yang bersifat komprehensif.

Ujian komprehensif akan menantang mahasiswa atas penguasaan seluruh materi kuliah secara umum. Saat pendadaran kali ini, mahasiswa tidak lagi membawa skripsi, melainkan hanya ringkasan skripsi dengan waktu ujian antara 1 – 2 jam. “Jadi, sarjana ini akan berfikir sesuai logika, bukan hafalan,” tegas Ir. GH.

Hasil atau nilai ujian komprehensif ini diyakini Ir. GH akan lebih obyektif. Sebab, hanya akan berdasar pada kemampuan mahasiswa menjawab pertanyaan, penampilan, dan kemampuan penalaran. Sistem baru juga akan menghapus kebiasaan mahasiswa memberikan snack kepada dosen sebelum atau saat ujian di dalam ruangan. “Kalo bawa, snacknya di luar ruangan,” tambahnya.

Upaya mengembalikan ruh ujian dengan komprehensif membuat mahasiswa belum tentu lulus dalam sekali ujian. “Ngeri juga kalo nggak lulus, nanti ikut pendadaran lagi, lama lagi lulusnya”, keluh Kevin, Agroteknologi ‘08 (10/10). Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus ujian pendadaran, diberi kesempatan mendaftar ujia pendadaran lagi, hingga dua minggu sebelum batas akhir pendaftara yudisium.

Ketika ditanya mengenai strategi melewati ujian pendadaran, Kevin mengaku perlu menambah referensi dari perpustakaan. ”Ya cari buku di perpus,  belajar juga dari nilai kita yang A, kan biasanya dipertanggung jawabkan tuh,” pungkas Kevin (10/10).  Ir. GH sendiri berharap, perubahan mekanisme ini, membuat mahasiswa mempersiapkan diri dengan lebih matang. Hingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Ketika diterjunkan ke lapangan, mahasiswa dapat menyelesaikan masalah-masalah kompleks. Tidak hanya bidang keahlian masing-masing, termasuk kemampuan berfikir logika. (Yekti/Ika)

Jadwal Pendadaran:





















WaktuRuang Pendadaran
08.00-10.00 WIBB1.10 AB1.10 B

Ruang II (D3 Agrobisnis)
10.10-12.10 WIBB1.10 AB1.10 B

Ruang II (D3 Agrobisnis)
13.00-15.00 WIBB1.10 AB1.10 B

Ruang II (D3 Agrobisnis)

Teknologi Pertanian (TP)

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di situs persma-agrica.com

 
Top