0

Secara umum, setiap perguruan tinggi memiliki tiga pilar utama, yakni pendidikan, pengajaran dan pengabdian pada masyarakat. Ketiganya lebih dikenal sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi wujud konkrit dari pilar ketiga. Sempat muncul kebimbangan di wajah mahasiswa, antara mengikuti PKL atau KKN terlebih dahulu. Sebab keduanya memiliki syarat yang sama.

Kegundahan ini berawal dari merebaknya isu tidak adanya KKN periode Juli 2013. Hal ini disebabkan karena bertepatan dengan libur lebaran. Salah satunya Gina, Agb’10, mengungkapkan kegundahannya. “Sempet bingung, KKN atau PKL dulu, udah ngurus PKL tiba–tiba tahu kalau bisa KKN juga,” tuturnya (22/11).

Berdasarkan data yang dihimpun Agrica, pada Januari 2013 dan 2014 berlaku syarat 90 SKS serta IPK minimal 2,00 untuk dapat mengikuti KKN. Sedangkan periode Juli 2013 dan 2014 diberlakukan syarat 110 SKS serta IPK minimal 2,00 dengan tema KKN tematik. Seperti yang diungkapkan pihak LPPM, Drs. Sudiro, MM., “KKN periode Juli-Agustus akan tetap ada, tetapi programnya hanya KKN tematik.” (21/11).

KKN tematik merupakan KKN dengan program kerja berdasarkan judul proposal dari dosen atau dikti. Sampai saat ini pihak LPPM telah menyiapkan 20 judul yang akan dimasukkan dalam program KKN tematik. Satu judul akan dikaji oleh 20 mahasiswa.

Dengan kuota yang terbatas justru muncul kekhawatiran baru. Bisa jadi jumlah mahasiswa berbanding terbalik dengan jumlah judul dalam KKN tematik.

Namun menurut Sudiro, pihak LPPM telah menyiapkan antisipasi dari awal. Pemberlakuan syarat SKS yang berbeda diharapkan agar mahasiswa KKN periode Januari lebih banyak dibanding periode Juli. “Tujuannya agar peserta KKN di bulan Juli lebih sedikit. Program tematik kan bergantung dengan judul yang masuk ke LPPM”, ungkap Sudiro (21/11).

Sudiro menambahkan pihaknya telah menyiapkan syarat baru ini dengan sebaik mungkin. “Kita sudah membuat sistem sebaik mungkin agar tidak ada yang dirugikan,” ungkapnya yakin.

Kebijakan baru ini membuat beberapa mahasiswa 2010 mengambil langkah KKN di bulan Januari terlebih dahulu ketimbang PKL. Dani, Agb’10 misalnya. Januari nanti Ia mengaku akan mengikuti KKN terlebih dahulu ketimbang PKL. “SKSnya udah cukup sih, daripada Juni nanti ga dapet kuota KKN”, ungkapnya (22/11). Dani mengakui alasannya memilih KKN terlebih dahulu karena tidak mengikuti pembekalan PKL.

Hingga saat ini memang belum ada syarat yang jelas mengenai tahapan yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu antara PKL dengan KKN. Namun menurut Andhita, sebaiknya mahasiswa mengikuti PKL terlebih dahulu sebelum KKN. Sebab KKN satu step lebih tinggi dari PKL. Jadi saat KKN dituntut mampu menghadapi dan memecahkan masalah di masyarakat. “Tujuan PKL itu untuk menggali ilmu di lapangan. Setelah itu mahasiswa terjun ke masyarakat mengkaji permasalahan yang ada,” ungkapnya mengakhiri. (Dike, Widya, Vivi)

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di situs persma-agrica.com

 
Top