0
Desahan angin bergemuruh mengitari tanah kering
Kuberbisik pada padi yang terkulai terbujur layu ditanah kering
“Orang bilang tanah kita tanah surga”
Dimanakah kebenaran perkataan itu

Sawah yang terbentang kini telah musnah ditelan zaman
Kota yang dahulu lumbung padi, kini telah berubah menjadi industri
Dahulu pemandangan nan hijau terbentang begitu indah
Namun kini telah berganti menjadi bangunan nan menjulang kokoh
Kini tak dapatku lihat lagi gerombolan bebek bermain disawah
                   Kerbau bermandikan lumpur membajak lahan sawah         
        
Pejuang pangan bangsa hanya dapat bergigit jari, merintih dalam kebisuan
Lahan yang dahulu ia tanami, kini telah berubah.. hilang.. dan musnah..
Menjadi bangunan megah nan berkilau bagi siapapun yang melihatnya
Cangkul – cangkul para pejuang pangan bangsa hanya menjadi kamuflase
Bulir – bulir gabah yang sungguh bernilai kini tak berarti

Dimanakah rasa iba para penjajah lahan
Hargailah cucuran – cucuran keringat para pejuang pangan bangsa
Cobalah  kalian lihat hidupnya kini, ter-iris ku melihatnya
Secuil nasi pun sulit ia raih, sungguh hinanya kalian wahai penjajah lahan
Merekalah yang berjuang demi pangan bangsa kami
Ya Tuhanku..

Maafkanlah mereka yang berdosa, Penjajah lahan persawahan
Dan kembalikanlah hak – hak para pejuang pangan bangsa
Ya Tuhanku..

Tolonglah pejuang pangan bangsa kami

                                                                                              Oleh : Lailani Shabrina

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di situs persma-agrica.com

 
Top